IBX5B1983B5DCA99

Opsional

PEMBEKALAN KEBERANGKATAN PERSAMI

pembekalan di halaman sekolah SMP dan SMA DARUL QUR'AN

UPACARA HARI SANTRI

Memperingati Hari Santri Nasional

LOMBA MAPEL UAN

Dalam Rangka memperingati HAUL MA Maarif ke 50 singosari

WISUDA

Wisuda SMP dan SMA Darul Quran Singosari

ALUN-ALUN MALANG

Jalan-jalan behhhhhhhhh

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Saturday, August 26, 2017

HAJI & HEWAN QURBAN

Minggu, 27 Augst 2017
Bulan Dzulhijjah atau biasanya disebut dengan bulan haji, bulan qurban merupakan bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam didunia, dimana pada bulan tersebut seluruh umat islam dari seluruh penjuru dunia berbondong-bondong menuju makkah untuk menunaikan  rukun islam yang kelima yaitu menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, mampu yang dimaksud adalah mampu hartanya. Allah Swt. menjelaskan didalam Firmannya perintah haji dalam surah Ali ‘Imron ayat 97:
Bulan Dzulhijjah juga tempat para umat islam melakukan penyembelihan hewan seperti kambing, sapi, unta dan domba, orang islam menyebutnya hewan qurban. Menyembelih hewan qurban merupakan keyakinan orang islam dipersembahkan kepada Allah Swt, qurban ini diyakini akan membersihkan dosa-dosa orang yang melakukan penyembelihan hewan. Ada juga yang mengatakan hewan yang kita qurbankan nanti dipadang mahsar akan menjadi tunggangannya.

Kriterian hewan qurban antara lain:
1.      Hewan tersebut memiliki kepemilikan yang halal
2.      Jenis hewan yang sesuai dengan syariat yaitu: unta, domba, kambing dan sapi
3.      Hewan qurban memiliki usia minimal yang telah ditentukan
4.      Bersih dari cacat
            

Saturday, November 26, 2016

CARA ULAMA' TERDAHULU DALAM BERDAKWAH, BERKARAKTER DAN BERAKHLAK

OLEH : Hadi Santoso WA GTS
Teduh rasanya menyimak Dhawuh Prof Dr. KH. M Tolchah Hasan, Ahad lalu (20/11/2016) di Majelis Haul ke-10 Kyai Abdul Manan Syukur Alhafidz, Pengasuh PP Nurul Huda Singosari Malang. Kyai Tolchah Mengajak kita semua kembali ke karakter, akhlaq dan cara ulama terdahulu dalam berdakwah.
Untuk menjadi seperti Kiai Manan, Kiai Tolchah mencatat tiga hal syarat dasar seorang kyai. Ketiganya sekaligus menjadi prasyarat bagi siapapun yang ingin menjadi Kiai. Pertama, Memiliki Ilmu agama di atas rata2. Kedua, Memiliki akhlaq, sekaligus menjadi uswah/teladan akhlaq. Ketiga, Dekat dengan nafas kehidupan dan problematika yg dihadapi masyarakat, sehingga dicintai Ummat.
Kiai Tolchah bahkan tak menyinggung soal memanasnya politik mutakhir di Jakarta yg salah satunya akibat 'politisasi' sentimen agama. Hari ini, lanjut Kiai Tolchah, 5 negara di dunia yang paling tidak aman, justru Negara-negara Islam dan berpenduduk Islam: Suriah, Iraq, Afghanistan, Yaman, dan Nigeria. Beliau hanya mewarning agar umat Islam di dunia melakukan refleksi dlm menjadikan Islam sbg aspirasi, khususnya dalam politik. Semoga Indonesia sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, bisa terhindar dari konflik2 berbahan baku sentimen agama/faksi spt di negara2 itu.
Untuk itu, Kiai Tolchah ingatkan kembali, agar Islam Ahlussunnah wal Jama'ah yg telah disebar dan dijalankan oleh Pesantren dan NU tetap dipertahankan keberadaan dan dominasinya, khususnya di Imdonesia. Aswaja tak cukup didoktrinkan dari sisi ajaran dan pahamnya saja. Aswaja perlu ditanamkan pd generasi dari aspek kebudayaannya. Ada beberapa prinsip kebudayaan aswaja yg tetap harus.ada: Ta'aruf (saling mengenal), Tawasuth (jalan tengah), Tawazun (berimbang), Tasamuh (lentur) dan Ta'awun (saling membantu). Prinsip kebudayaan tentu berbeda dan berkebalikan dg 'trend' cara ber-Islam yg tatharruf (radikal), keras dan penuh kemarahan dan caci maki.

Mengakhiri mau'idzahnya, Kiai Tolchah Hasan menggambarkan bahwa Arus Globalisasi sudah mirip dengan banjir Bandang di era Nabi Nuh. Tak ada manusia yang bisa selamat, kecuali menaiki nabi Perahu Nabi Nuh. Hari ini banyak manusia bersikap dan sombong seperti putera nabi Nuh. Dia mengira, ketinggian Gunung akan bisa selamatkan dia dari banjir bandang itu. Manusia era  milenium kini juga sama, over estimate bahwa kemampuan Dan ketinggian ilmu, teknologi serta kemapanan ekonomi akan bisa selamatkan mereka dari banjir bandang globalisasi. Padahal tidaklah begitu. Sejarah mencatat, mereka akan tersapu banjir globalisasi.  "Saatnya, kita siapkan perahu Nabi Nuh," tegas Kiai Tolchah. Dan Perahu Nabi Nuh itu adalah Pondok Pesantren!  Dan sebagai Pesantren Besar, tentu juga, Nahdlatul Ulama, yang telah menjadi jalan ijtima'iyyah kyai-kyai pesantren kita dalam beragama dan bermasyarakat di negeri nusantara ini.

Thursday, November 17, 2016

PENISTAAN AGAMA

SUDUT PANDANG GTS TENTANG PENISTAAN AGAMA
pertanyaan: bagaimana menyikapi jika ada pelaku muslim menistakan agama non islam?

Ya sama saja dengan Non Muslim yang menistakan Agama Islam JIKA terbukti bersalah MAKA berlaku hukum positip negara. Makanya yang dikhawatirkan keadaan sekarang malah jadi bumerang bagi agama masing-masing. Sebab, terlepas dari keadaan sekarang banyak juga penistaan yang dilakukan Muslim terhadap agama Non Muslim ATAU sebaliknya Non Muslim terhadap agama Islam tapi tidak terekspos dan tidak tertangani dengan cepat... Karena Muslim menang mayoritas. Yang jelas harus adil dan merata serta transparan.

kondisinya gini, menistakan atau tidak masih perang opini, yg menistakan bilang tidak merasa / berniat tapi yg punya agama merasa ternista, tapi umat tersebut tidak ingin melaporkan ke hukum karena cukup 'memaafkan' sesuai ajaran mereka. apakah hal tersebut bisa disebut ketidak adilan juga?                     
Sebenarnya mengkaji sesuatu hal khususnya masalah agama itu sudah ada dasarnya masing-masing, Kita tinggal melaksnakannya saja, NAMUN yang jadi masalah adalah setiap orang yang menganut agama masing-masing  itu tidak semuanya BELAJAR hingga TUNTAS.
Satu contoh kita yang Muslim, sudahkah kita belajar Al-Quran dengan tuntas baik dari segi ,  Ulumul Qur-an, Tafsirul Qur-an dst. ??? Terus kalau memang sudah, siapakah gurunya,  Mempunyai sanad yang jelas Mutawatir dan Muttashil kepada Rosululloh SAW atau tidak, ilmunya benar2 bereferensi dan ilmiyah atau tidak ???

NAH, ini lho sebenarnya akar dari masalah tersebut... SEHINGGA orang2 yang tidak berkompeten dalam bidangnya meskipun sudah dipanggil Gus, Ustadz, Kyai JIKA menangani sesuatu sangat rentan berbeda pendapat... Iya kalau berbedanya itu bereferensi dan bersanad jelas, lha kalau hanya ikut-ikutan kan malah menambah masalah...
Makanya Rosululloh SAW. pernah memperingatkan kita bahwa JIKA kita tidak ingin mempunyai masalah dikemudian hari atau JIKA mempunyai masalah cepat mendapatkan solusi dan segera selesai BERIKAN PADA AHLINYA...!!!  Dan yang dimaksud AHLI disini tidak bertendensi hanya atas nama Panggilan... Sebab panggilan GUS, USTADZ, KYAI bahkan ULAMA' pun tidak menjamin seseorang itu benar2 Kompeten...
Kita sering terkecoh dengan semua itu, misalkan :

GUS , Nama panggilan dari seorang putra Kyai, belum tentu Gus itu mampu atau mempunyai kemampuan untuk menguasai semua ilmu yang ada di Pondok Pesantren (Lembaga Islam) Pasti ada kemampua umum dan kemampua  khusus.
USTADZ,  Nama panggilan dari seorang guru agama islam, belum tentu dia menguasai segala urusan yang berkaitan dengan agama islam (Seperti di kampus itu ada fakultasnya dan jurusannya sendiri2)

KYAI,  Nama panggilan dari seorang guru agama islam sekaligus pemangku Pondok Pesantren atau Majelis Ta'lim, lembaga Pendidikan Islam dll. (Inipun juga ada keahliannya masing2, ada yang Ahli Quran Wal Qiroat, Ahli Tafsir, Ahli Fiqih, Ahli Tasawuf, Ahli Bahasa, Ahli Nahwu Shorof dll.)

ULAMA',  Nama panggilan bagi sekumpulan orang 'Alim yang mengikuti standar pada Tatanan Keilmuan dalam Islam. Jadi Ulama' itu jamak dari kata 'Alim. (Ini juga sangat jelas perbedaannya antara Ulama' Ahli satu dengan lainnya sehingga layak dijadikan rujukan)
Menyinggung kata 'Ulama itu sendiri bahasa Indonesia saja berbeda dengan bahasa Arab...

ULAMA' ini menurut bahasa Arab adalah kata jama' TAPI di Indonesia sering kita menyebutnya dengan kata tunggal, contoh : Seorang 'Ulama, padahal mestinya yang benar Seorang 'Alim. JADI seharusnya kalau tunggal ya tunggal, kalau jamak ya jamak... Inilah yang namanya salah kaprah...
Kembali kepada Penistaan Agama yang sifatnya verbal (perkataan) harus lebih cermat dan hati2 didalam menilai atau menghukuminya...

Beda dengan Penistaan Agama yang sifatnya Non Verbal (sikap) jelas bisa langsung diproses dengan bukti yang ada...

INILAH yang seharusnya dipahami semua pihak... 

Monday, November 30, 2015

PERSAMI PENUH MAKNA


senin, 30 vovember 2015
Perkemahan hari sabtu minggu atau biasanya disebut dengan sebutan “persami”. Banyak orang beranggapan bahwa persami itu hanya sebuah perkemahan untuk sekedar main-main saja, karena suatu kegiatan yang dilakukan pada hari sabtu minggu identik dengan hari liburan, senang-senang dan main-main. Orang yang beranggapan kalau persami itu hanya kesenangan belaka adalah orang-orang yang tidak pernah ikut terjun atau menikmati yang namanya perkemahan.
Awalnya sih, saya juga berfikiran seperti itu. Dulu waktu saya SD sampai SMA tidak pernah yang namanya ikut pramuka. Jujur, saya adalah orang tidak terlalu senang akan keramaian, makanya saya tidak pernah ikut ekstra pramuka disekolah, apalagi yang namanya perkemahan. Dulu pernah ada perkemahan pramuka tingkat propinsi Nusa Tenggara Barat. Kebetulan acaranya itu tidak terlalu jauh dari rumahku, kurang lebih 500 meter lah... jadi semua rangkaian acaranya, seperti bernyanyi, main-main, api unggun, jalan-jalan naik turun gunung saya tau semua. Waktu itu saya berfikir, apa sih gunanya ikut kayak gitu? Dalam bathinku kalau sekedar main-main, naik turun gunung, nyalakan api, bernyanyi. Bisa saya lakukan disekolah tanpa harus nginap berhari-hari di tengah hutan githu, banyak nyamuk lagi, tambah nanti kalau ada hujan, haduhhhhh tambah gak habis fikir dech.
Seiring dengan berjalannya waktu. Tak terasa, waktunya saya harus mulai mengamalkan ilmu yang  selami ini saya pelajari di bangku kuliah, walaupun belum lulus, hahaha,,,,, wkwkwkwk,,,,. SMP, SMA Darul Qur-an adalah tempat pertama  saya menjadi guru dan kewajiban saya sebagai guru untuk menjaga siswa-siswi di sekolah maupun diluar sekolah yang mendorong saya untuk melakukan suatu hal yang paling saya benci ketika masa-masa sekolah. Yaitu PERSAMI atau PRAMUKA. Karena ini tugas dari sekolah akhirnya saya ikut untuk mendampingi para siswa pramuka di coban pelangi namanya.
Ini adalah pertama kalinya saya ikut pramuka dan sekaligus sebagai panitia. Karena saya sebagai panitia, jadi saya harus mengikuti semua acara yang  telah kita rencanakan. Tapi itu semua adalah di luar dugaan saya. Yang selama ini saya beranggapan kalu perkemahan persami itu hanya sebuah permainan dan kesenangan belaka, ternyata tidak benar. Setelah saya mengikuti beberapa rangkain acara Persami atau pramuka itu, saya mengambil beberapa makna dari sebuah perkemahan maupun acara-acara yang di lakukan , antara lain:
  •   Api unggun, selain mendapat kehangatan dari api, makna dari api itu sendiri membakar, yaitu membakar semangat kita, membakar jiwa-jiwa yang lemah supaya berkobar semangat jiwanya untuk mengejar mimpi-mimpinya.
  •   Jelajah malam, yang biasa dilakukan di waktu malam. Berjalan sendirian di tempat yang gelap dan hanya ditemani dengan sebatang lilin. Kita dilatih untuk menjadi orang pemberani mengejar cita-cita walaupun kita dalam keadaan terpuruk sekalipun. Api lilin adalah iman atau kekuatan kita melawan kegelapan atau cobaan.
  •    Jelajah pagi, ini biasanya dilakukan di pengujung acara. Semua siswa dibentuk berkelompok. Dan jalan bersama dengan anggota kelompoknya. Harus menjaga anggota kelompoknya, menjaga keselamatan anggota kelompoknya. Disini kita dilatih bagaimana rasa ke eratan persahabatan kita, menjunjung tinggi kebersamaan antar sahabat. Menerjang semua rintangan yang menghadang dengan kebersamaan. Semua yang kita lakukan dengan kebersamaan akan terasa lebih indah dan ringan.
Itulah sedikit yang saya pahami dari sebuah perkemahan sabtu minggu. Bukan hanya sekedar bermain, liburan,  jalan-jalan tapi penuh dengan makna kehidupan. Melatih semangat hidup mengejar cita-cita, disiplin, menjunjung tinggi kebersamaan antar sahabat maupun lingkungan sekitar.  Semoga kita bisa mengambil makna-makna positif dari sebuah perkemahan. Aminnnnnn...
RAyap....




Friday, November 6, 2015

PUJIAN PERUSAK NIAT BAIK


JUM'AT, 6 NOVEMBER 2015

Rasanya tidak ada di dunia ini orang yang tidak senang  dipuji, baik secara langsung maupun tidak. Yang berbeda mungkin hanya tanggapannya saja, ada yang bersyukur, ada yang biasa-biasa saja, ada yang senang, ada yang bangga dan ada pula overacting. Meski pujian tidak jarang hanya basa-basi, bahkan bisa jadi dengan maksud tertentu. Yang terakhir ini mungkin ditujukan bagi orang yang memang gila hormat dan pujian.
Disini saya mulai berfikir, mengapa ada orang yang memuji? Karena mereka tidak mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Kalau orang lain ternyata mengetahui yang sebenarnya, pasti tidak akan mau memuji. Bila kita dipuji dan menikmatinya atas sesuatu yang tidak ada pada diri kita, maka hal tersebut akan menimbulkan bahaya, karena menjadikan kita yakin atas apa yang dikatakan orang lain, sebagai suatu pujian, yang berarti kita sudah bersikap tidak jujur kepada diri kita sendiri. Padahal orang-orang memuji tidak lain hanya menyangka saja.
Menurut saya pujian ini bisa bahaya buat kita karena pujian ini bisa merusak fikiran kita. Bagaimana tidak, sekarang sudah banyak orang  belomba-lomba mencari pujian. Contoh sekarang banyak orang yang pingin hafal al qur-an tapi tujuannya bukan untuk Allah semata tapi ingin di puji orang. Ikut  lomba al qur-an supaya di kenal banyak orang kalau dirinya seorang penghafal al qur-an, ini sudah merusak hal baik dengan niat yang salah.
Ini juga terjadi pada diri saya beberapa tahun yang lalu. Saya ingin menjadi penghafal al qur-an supaya bisa dipuji orang dan bisa ikut lomba MTQ kemana-mana seperti orang lain. Ya cita-cita saya tercapai, saya ikut lomba MTQ, tingkat desa sampai provensi juga pernah. Kadang-kadang juara, kadang-kadang gagal. Semakin hari keinginan saya semakin tinggi ingin dipuji karena saya iri sama teman saya yang lolos ke tingkat nasional dan dapat pujian dimana-mana.
salah satu foto ketika saya ingin terkenal hehe
Keinginan saya untuk dikenal orang banyak, kalau saya ini adalah penghafal qur-an langsung sirna. Dimana Kyai saya dipondok Darul Qur-an Malang pernah Dawuh “ jangan jual Al-qur’an kamu dengan kenikmatan duniawi, kalau kamu ingin selamat di akhirat”. Disini saya berfikir, apa gunanya saya bertahun-tahun menghafal al qur-an tetapi tidak dapat ridho dari Allah SWT. Dari sinilah saya berhenti total ikut lomba MTQ dan mau mencari ridho guru dan  Allah SWT.
Mari kita rubah niat kita, yaitu dengan tidak menjadikan pujian dan sanjungan sebagai tujuan kita melalukan aktivitas. Jangan sampai merusak hal yang baik dengan niat yang salah.

Rayap...

Tuesday, October 27, 2015

SUMPAH PEMUDA

Rabo, 28 oktober 2015
                                           Foto kongres pemuda 27-28 oktober 1928

Sumpah pemuda adalah awal dari kebangkitan semangat anak-anak bangsa untuk memperjuangkan kebebasan indonesia, kemerdekaan indonesia dari tangan para penjajah pada tahun 1928. sumpah muda ini bertujuan untuk mempersatukan anak muda seluruh indonesia. Walaupun beda suku, beda agama, beda adat, itu semua tidak menyurutkan semangat mereka untuk saling bahu membahu, tolong menolong untuk menumpaskan segala hal yang merusak indonesia, baik yang merusak orang dalam negeri sendiri maupun luar negeri harus ditumpaskan.

Kita sebagai anak bangsa atau penerus pejuang-pejuang bangsa, harus punya rasa malu pada leluhur kita. mereka berani merelakan jiwa mereka demi bangsa.apa balasan kita atas perjuangan mereka?. apa yang pernah kita lakukan untuk mereka? apakah kita harus berperang seperti mereka?

ingat sahabat, beliau-beliau tidak pernah minta kita perang, tidak pernah mau melihat kita berlumuran darah, tidak mau melihat kita bersembunyi kemana-mana dari para penjajah. Mereka hanya berharap kita bisa merawat negeri ini dengan baik.dengan akhlak yang baik, tingkah laku yang baik, belajar yang baik. menjadi anak bangsa yang mau merelakan jiwanya demi bangsa, melalui karya-karya kita, yang bisa membawa nama baik bangsa indonesia.

Pernah tidak kita berfikir sejenak saja. di zaman yang semakin modern ini, semua jasa para pejuang pemuda-pemudi indonesia sudah mulai terlupakan. Bukan penjajah luar negeri yang akan menghancurkan indonesia tapi penjajah dalam selimut. Terbukti, para petinggi-petinggi indonesia korupsi dimana-mana, uang rakyat di lahap, rakyaknya dijajah, para petinggi-petinggi indonesia menindas bawahannya. memakan yang bukan miliknya. hanya mementingkan dirinya sendiri. mana hasil belajar kita, mana akhlak kita yang di harapkankan para leluhur kita ? Boro-boro kita mau meneruskan perjuangan mereka !. Kita malah merusak bangsa sendiri, dasar anak bangsa tidak tau malu.

Mari sahabat, yang masih punya rasa perihatin terhadap bangsa ini. kita berjuang. walaupun kita rakyat lemah tetapi pasti ada jalanya, untuk melawan para penjajah-penjajah dalam negeri kita. kita tumpaskan penjajah dalam negeri kita yang tidak tau rasa malu itu.

pada hari ini saya mengajak teman-teman, untuk sedikit saja ingat, akan sumpah para pejuang kita.
1. Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia
2. Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia
3. Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia

 Semoga amal ibadah mereka di terima di sisi Allah SWT. Aminnn ya robbal 'alamin.

RAyap,,,

Wednesday, October 21, 2015

HARI SANTRI NASIONAL

Kamis, 22 oktober 2015

Hari santri nasional adalah sebagai ajang untuk menghormati jasa para kyai-kyai, dalam memperjuangkan dan mempertahankan kehormatan bangsa indonesia. Menurut saya hari santri ini sangat perlu adanya,  untuk membangkitkan semangat para pejuang indonesia dari kalangan pesantren. Karena di era zaman sekarang ini, para pejuang bangsa sudah mulai tidak memiliki akhlak yang baik, malah mulai merusak kenyamanan negara.
Walaupun dengan banyak rintangan, banyak kalangan yang menentang, pak presiden republik Indonesia yaitu pak Jokowi menetapkan hari santri nasional pada tanggal 22 oktober. Pada tanggal 22 oktober, seluruh santri indonesia memperingati hari besar mereka dengan penuh suka cita, mengenang para santri-santri yang telah rela mengorbankan jiwanya demi bangsa.
Tak terkecuali di SMP, SMA Darul Qur-an di bawah naungan Pondok Pesantren Huffazh Darul-Qur-an Singosari, memperingati hari santri nasional yang di awali dengan apel, dan pembacaan ikrar santri nasional.
Untuk memperingati hari santri nasional, di SMP SMA Darul Qur-an, yang di panitiai oleh OSIS, mereka melakukan beberapa kegiatan. Kegiatan  yang mencerminkan nilai-nilai santri yang di harapkan oleh para leluhurnya.
Di SMP mereka melaksanakan perlombaan seperti Lomba Tartil Qur-an, Cerdas Cermat, kaligrafi dan lain-lain. Begitu juga dengan SMA yang tidak mau kalah dengan SMP mereka juga mengadakan perlombaan seperti faishon islami, hijab, sepak tak raw dan lain-lain. Itu semua sebagai wujud mereka peduli  terhadap hari santri nasional. Para guru juga mendukung kegiatan ini, dengan ikut terjun dalam acara-acara yang dilakukan oleh OSIS SMP maupun SMA. Ada yang jadi juri ada juga yang ikut jadi panitia.
Rayap,,,,

                                                                                    peserta hijaber SMP DQ
                                                                                      peserta cerdas cermat SMP
                                                                                   Apel Hari Santri Nasional
                                                                                                         OSIS SMA DQ
                                                                                     salah satu peserta Fahsion