IBX5B1983B5DCA99

Opsional

PEMBEKALAN KEBERANGKATAN PERSAMI

pembekalan di halaman sekolah SMP dan SMA DARUL QUR'AN

UPACARA HARI SANTRI

Memperingati Hari Santri Nasional

LOMBA MAPEL UAN

Dalam Rangka memperingati HAUL MA Maarif ke 50 singosari

WISUDA

Wisuda SMP dan SMA Darul Quran Singosari

ALUN-ALUN MALANG

Jalan-jalan behhhhhhhhh

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Friday, November 25, 2016

HARI GURU NASIONAL

Indonesia menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Hari Guru Nasional merupakan hari penghargaan, penghormatan kepada seleruh guru di Indonesia. Dikalangan para penuntut ilmu, sebutan untuk tenaga pendidik berbeda-beda. Dikalangan pendidikan formal atau sekolah kependidikan nasional tenaga pendidik disebut Guru. Sedangkan dikalangan nonformal atau pesantren tenaga pendidik disebut Kyai, Ustadz dan sebagainya.
Guru merupakan seorang pendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi seorang murid. Jadi kita tidak bisa memungkiri bahwa kebangkitan, kemajuan dan kesuksesan suatu bangsa  bisa di ukur dari sejauh mana bangsa itu memperlakukan seorang guru. Jepang merupakan Negara yang sangat maju dan sukses pada pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan Negara. Kita tahu bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kemajuan ekonomi Negara di era globalisasi adalah kemajuan teknologi.
Di balik semua kesuksesan jepang mereka belajar dari kehancuran kota Hiroshima dan Nagasaki ketika kalah di perang dunia ke-2. Ketika Hiroshima dan Nagasaki hancur dan ribuan rakyat jepang mati, yang pertama ditanyakan oleh kepemerintahan jepang adalah berapa guru yang tersisa. Kemudian mereka mulai dari awal membangun fasilitas pendidikan hingga akhirnya jepang menjadi seperti sekarang ini, Negara yang maju dan sukses. Itu tidak lain dari hasil penghargaan dan penghormatan yang tinggi terhadap para guru.
Kalau kita berkaca dari Negara Jepang, Indonesia sangat jauh dari kata maju. Contoh kecilnya kalau kita lihat di zaman era globalisasi ini, murid-murid di Indonesia sangat jauh dari kata hormat pada gurunya. Di Indonesia murid memukul guru, orang tua memukul guru, kalau siswa dan orang tua siswa sudah berkelakuan seperti ini, mau memajukan bangsa dari mana ? dari apanya?. Melihat kelakuan murid di sekolah formal dengan sekolah nonformal (pesantren) di zaman sekarang itu sama aja. Murid mulai jauh dari kata berakhlaq, jauh dari berprilaku sopan dan muali bertindak semaunya. Didukung oleh orang tua yang selalu membela prilaku anaknya walaupun tidak sesuai dengan satuan kedisiplinan kependidikan.
Kita merupakan harapan bangsa yang bisa di andalkan oleh para guru-guru kita, dan selayaknya dan seharusnya kita berprilaku yang baik dan sopan terhadap guru kita. Seharusnya juga pemerintah harus lebih menghargai dan menghormati para guru di Indonesia, dan jangan hanya melihat para pejabatnya saja, pejabat yang hanya mementingkan pribadinya saja yang tidak pernah ingat akan ajaran guru-gurunya.

SELAMAT HARI GURU NASIONAL…
MAAFKAN KAMI GURU….

 


Thursday, November 24, 2016

NIAT MENJADI GURU


Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nantikamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang Penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah.
Yang paling hebat bagi seorang Guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar. Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga”.

STUDI KE-NU-AN

OLEH - OLEH GTS DARI STUDI KE-NU-AN :

SEUMPAMA NASI, NU ITU ADALAH BAKULNYA, DIPINDAH KE PIRING, KE SENDOK, TERUS LANGSUNG KE MULUT DAN MASUK KE PERUT (Nasinya tetap utuh seperti Nasi yang awal yang ada pada Bakul)

ASWAJA JUGA DEMIKIAN, PBNU (Pengurus Besar / Bakul), PWNU (Pengurus Wilayah / Piring), PCNU (Pengurus Cabang / Sendok), MWC NU (Majelis Wakil Cabang / Mulut), RANTING NU (Pengurus Paling Bawah / Perut) - Sehingga ASWAJA itu sendiri tetap utuh seperti ASWAJA yang ada pada awalnya.


Sehingga ibarat makanan NU menyediakan makanan INSTAN... Dan dikembalikan pada aslinya IBADAH MAHDHOH (Murni - Rukun Islam) ataupun GHOIRU MAHDHOH (Tidak Murni - Jual Beli, Pinjam Meminjam, Sewa Menyewa dan kegiatan sosial lainnya) NU berfungsi sebagai SERVICE CUSTOMER yang sangat lengkap dan memadahi berdasarkan pada HUKUM asalnya yaitu QUR-AN HADITS & IJMA' QIYAS sebagai Pendamping serta Penjelas... 

MUSEUM NU SURABAYA

KAMAR ASRAMA TEMPAT ALMAGHFURLAH KH. HASYIM ASY'ARI - KETIKA MONDOK DI PANJI SIDOARJO

PASUKAN PERANG HIZBULLOH NU


BANSER JAMAN SEKARANG - TAPI KEBERANIANNYA TIDAK KALAH DENGAN YANG TEMPO DOELO

Thursday, November 17, 2016

WASIAT UNTUK PARA GURU

WAHAI PARA GURU DI SEKOLAH, DI RUMAH, DI PESANTREN DAN DIMANAPUN BERADA
(oleh : KH. Musthofa Bisri - Rembang Jawa Tengah)
Kamis, 17 november 2016
Suatu saat KH. Ahmad Umar Abdul Manan (1916-1980), Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo - Jawa Tengah memanggil lurah pondok, dan berkata : “Aku minta dicatatkan nama-nama santri yang nakal ya... Sekalian dirangking, yang paling atas sendiri ditulis nama santri yang ternakal, kemudian nakal sekali, nakal dan terakhir agak nakal...”
Lurah pondoknya girang bukan main, karena sudah beragam cara diupayakan untuk mengingatkan santri-santri nakal itu tapi hasilnya nihil. Sepertinya mereka sudah beku hatinya. Dengan penuh semangat, dijalankanlah perintah Kyai Umar tersebut. Nama-nama santri itu ditulis besar-besar dengan spidol. Ternakal fulan bin fulan asal dari daerah A. Nakal sekali fulan bin fulan dari daerah B sampai santri yang agak nakal paling bawah sendiri. Setelah catatan itu selesai dibuat, kemudian diserahkanlah kepada Kyai Umar.
Lurah pondok itupun menunggu hasil dari Kyai Umar hingga seminggu, dua minggu, akan tetapi kok tidak ada tindakan sama sekali. Dan gumamnya dalam hati : “Kok santri-santri yang nakal itu masih tetap nakal ya, dan tidak diberikan tindakan apa-apa, tidak dihukum, diusir atau minimal dipanggilah sama Kyai...???”
Akhirnya lurah pondok itupun memberanikan diri matur menghadap kepada Kyai Umar : “Maaf Kyai, santri-santri yang kemarin itu kok belum ada yang dihukum, diusir atau paling tidak dipanggil...???”
“Lho, santri yang mana...?” Jawab Kyai Umar.
“Santri yang nakal-nakal itu, kemarin panjenengan kan minta daftarnya...???” Kata lurah Pondok tersebut.
“Lho, siapa yang mau mengusir...? Justru karena mereka nakal itulah maka dipondokkan, biar tidak nakal. Kalau disini nakal, terus diusir yang ditakutkan kalau nanti tetap nakal terus gimana... Nah, maka dari itu dimasukkan ke pesantren itu biar tidak nakal...” Sambung Kyai Umar menerangkan.
“Oh... Tapi kok Kyai memerintahkan untuk mencatat santri-santri tersebut...???” kata lurah Pondok itu dengan heran...
“Begini, kamu kan tahu tiap malam setelah sholat tahajud aku selalu mendoakan santri-santri. Nah, catatan itu saya bawa, kalau saya sudah waktunya berdoa, mereka itu saya khususkan untuk disebut satu persatu... Jadi, tanya dululah kalau belum paham...”
Ada Kyai muda mengundang saya untuk mengisi ceramah di acara khataman Quran di pesantrennya. Dan ada puluhan ribu orang yang hadir. Dalam kesempatan itu saya ceritakan kisah di atas. Dan saya memang suka menceritakan kisah ini, karena apa yang dilakukan Kyai Umar sesuai dengan yang dipesankan oleh ayah saya, bahwa mengajar harus Ikhlas lahir dan batin... (Ikhlas lahir adalah dalam bentuk mengajar dan mendidiknya secara lisan beserta sikap DAN ikhlas batin dalam bentuk mendoakannya, lebih-lebih di waktu malam hari).
Dan saat saya sampaikan cerita ini seringkali diselingi dengan humor, dan para hadirinpun tertawa semua... Hanya satu orang yang tidak tertawa. Kyai muda yang mengundang saya itu terlihat menunduk diam... Pikir saya, “Apa Kyai ini tidak paham dengan apa yang saya sampaikan ya... Atau bagaimana...??? Kok tidak ada ekspresi apapun saat mendengar cerita saya...” Lantas pada saat turun dari podium, saya dirangkul oleh Kyai muda itu... Dan diapun  membisikkan sesuatu : “Masya Alloh... Alhamdulillah Gus... Panjenengan tidak menyebut nama... Sayalah daftar santri ternakalnya Kyai Umar...”
Kaget, heran dan kagum saya, dengan statusnya dulu sebagai santri ternakal, dia sekarang jadi Kyai dengan ribuan santri...
* Luar biasa... Kyai-kyai jaman dulu mendidik tidak hanya sekedar mengajar secara lisan dan sikap saja. Namun juga dibarengi dengan laku tirakat dan do'a. Bahkan, saat santrinya sudah pulang ke rumahpun masih diperhatikan dan didoakan. Dikunjungi, dipantau dan ditanyakan perkembangannya...
Itulah rahasia keberkahan ilmu para Kyai alumnus pesantren...

SEBUAH DO'A GURU YANG SANGAT TULUS...

Thursday, November 12, 2015

FATWA ULAMA


Selasa, 12 november 2015

Selama ini saya merasa apa yang saya lakukan, kerjakan. Apa yang saya terapkan pada siswa sudah benar. Tetapi setelah membaca tautan dari salah satu guru besar saya, apa yang saya pikirkan tidaklah selalu benar dan tidak selalu menyenangkan di mata orang lain.

FATWA SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI RA.
(Dari Almaghfurlah KH. Abdul Hamid - Pasuruan, yang di kutip oleh Gus Muhammad Firdaus- watugede, di grup WhatsApp keluarga besar DARUL QURAN)

"Tidaklah layak seorang guru duduk diatas sajadah NIHAYAH (menganggap dirinya paling tinggi) dan berkalung pedang INAYAH (menganggap dirinya paling hebat) sebelum dia sempurna memiliki 12 Budi Pekerti. Dan 12 Budi Pekerti tersebut adalah :

-2 Budi Pekerti dari Alloh SWT :
SATTAR (selalu menutupi kesalahan hambanya dari 1 hamba untuk hambanya yang lain)
GHOFFAR (selalu memaafkan kesalahan dari setiap hambanya yang berbuat salah)

-2 Budi Pekerti dari Rosulullohi SAW :
SYAFIQ (penuh kasih sayang tanpa pandang bulu)
ROFIQ (penuh kelembutan tanpa kekerasan)

- 2 Budi Pekerti dari Sayidina Abu Bakar Assidiq RA.
SHODIQ (jujur terpercaya dalam segala hal)
MUTASHODIQ (dermawan ahli bersedekah)

- 2 Budi Pekerti dari Sayidina Umar bin Khottob RA.
AMMAR (berani memerintah dalam hal kebaikan)
NAHHAK(berani mencegah dalam hal keburukan)

- 2 Budi Pekerti dari Sayidina Utsman bin Affan RA.
THO'AM (ahli memberi makanan pada orang lain)
MUSHOLLIYAN BILLAIL (ahli sholat malam)

- 2 Budi Pekerti dari Sayidina Ali bin Abi Tholib RA.
'ALIMAN (ahli ilmu pengetahuan agama & yang lain)
SYAJJA'AN (pemberani didalam membela Alloh)

Setiap kali saya membaca fatwa-fatwa ini, saya merinding, hati saya meringis, gemetar. Tidak pantas pantas nya saya disebut sebagai guru. Gus muhammad firdaus selalu mengingatkan kepada saya akan 3 hal yang harus saya lakukan ketika saya belajar maupun mengajar.

1. NIAT mencari ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan yang mendukungnya.
2. NIAT menghilangkan kebodohan, kesombongan, keangkuhan dalam diri kita dan anak cucu kita.
3. NIAT mencari keselamatan dunia dan akhirat.

Semoga tercapai dan terkabulkan, Amin...

RAyap...

TERIMA KASIH AYAH


Hasil gambar untuk kisah perjuangan seorang ayah


Pada tanggal 12 november merupakan peringatan hari ayah. Adanya peringatan hari ayah ini adalah sebagai wujud untuk menghormati peran ayah. Ayah yang menjadi tulang punggung, sandaran dan pelindung dalam sebuah keluarga.
Kita sebagai anak dari ayah kita masing-masing harus menyadari itu. Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga kita. Yang membiayai hidup kita. Yang mengayomi kita. Yang menjaga kita. Pelindung dalam keluarga kita. Kita harus menghormati pengorbanan beliau demi kita. Walaupun hari ayah ini tidak se-populer hari ibu, tetapi kita patut untuk merayakannya sebagai rasa hormat pada ayah kita.
Dan pastinya kita semua sudah tahu untuk apa peringatan hari ayah itu. Di hari ini sebisa mungkin kita bisa merenungkan jasa dan pengorbanan seorang ayah dalam mencari rezeki untuk kehidupan keluarganya . Selain itu kasih sayang dari seorang ayah juga tak kalah besar seperti halnya kasih sayang seorang ibu dalam menemani dan membimbing kita sejak lahir hingga sekarang.
Saya mencantum kisah ini dari http://www.kejadiananeh.com dengan harapan bisa menjadi renungan akan perjuangan ayah kita.
Video Tentang Kebohongan Ayah demi pengorbanan untuk anaknya ini bercerita tentang Kisah ayah yang selalu ingin terlihat Sempurna di mata putri kesayangannya. Ia yang selalu tampak rapi dan tampan di mata putrinya dengan kemeja jas kerja yang tak pernah dilepasnya, mengantarkan selalu anaknya ke sekolah dengan senyum tulusnya yang tak pernah berhenti. Dan ketika sampai disekolah, ia akan jalan tergesa-gesa seolah sudah terlambat untuk bekerja. Padahal..
Ia berbohong...Ia hanya seorang pekerja serabutan yang mendapat upah rendahan, namun Ia tak putus asa untuk selalu berusaha mencari pekerjaan tetap walau selalu ditolak. Ia berbohong disaat ia lapar, ia berikan jatah makanannya untuk putrinya dan selalu mengatakan bahwa ia sudah kenyang.
Ia berbohong akan kelelahan dirinya, ia berbohong akan semua kebahagiaan dirinya. Bagi dia, tak perlu putrinya tahu akan semua itu. Bagi dia tidak ada kebahagiaan yang lebih sempurna saat ia melihat senyum dan tawa bahagia putrinya.
Ayah.. walau kaku dan tak selembut Ibu, tapi dia ingin anaknya lebih baik dari dirinya, dia ingin anaknya mendapatkan kesempatan hidup yang 'lebih berarti' dibanding dirinya.

 “Ayah engkaulah sosok kuat di balik jalan hidup yang dipilih Tuhan “
“Terima Kasih Ayah , atas pengorbanan dan Ilmu serta kasih sayang yang telah engkau berikan selama ini “
“Maafkan aku ayah , jika mimpi mimpi itu belum teruwjud tapi demi Ayah dan ibu aku berjuang menggapainya”
” Ayah engkaulah sosok terhebat di samping ibu “
“Aku hanya ingin membuatmu bangga, meski yang terjadi tak selalu bisa sama dengan apa yang aku harapkan”
“Ayah, jauh darimu selalu membuat hati tak menentu. Saat bersamamu memang tak pernah bisa digantikan oleh apapun. Aku rindu”
“Sosok yang selalu menginspirasi adalah ayah”
“Hanya bisa berdoa, maaf belum bisa bikin engkau bangga”
“Kebodohanku selama ini, terlalu mengikuti egoku yang tak sadar menyakitimu, ayah”
Semoga Engkau selalu dalam lindungan Nya amin...

RAyap…



Wednesday, November 4, 2015

KEISTIQOMAHAN


Kamis, 29 oktober 2015

Sekitar jam 11.30 WIB saya di telphone oleh seorang ustadz, beliau adalah ustadz saya di pondok salafiyah syafi'yah sukorejo situbondo, namanya ustadz Suhariyadi. Beliau bilang sekarang lagi di malang dan minta tolong supaya di jemput di BKKBN singosari. beliau ingin ziarah ke makam Alm. K.H Musta'in Syamsuri, pengasuh pondok pesantren huffadz darul qur-an singosari. tempat saya mondok sekarang. 

K.H Musta'in Syamsuri adalah sosok kyai yang sangat tawadduk, alim tapi sangat sederhana. Beliau sudah memiliki banyak santri dan rata-rata santrinya sudah mendirikan pondok di daerahnya masing-masing. ada yang dari Lombok, Kalimantan, Bali, dari pulau Jawa sendiri juga banyak. salah satunya adalah ustadz Suhariyadi ini, beliau tinggal di banyuawangi, jawa timur dan sudah punya banyak santri. 

Setelah saya ketemu beliau di BKKBN, beliau minta diantar langsung ke makam Kyai K.H Musta'in Syamsuri. saya turuti apapun permintaan beliau. setelah berdoanya selesai, saya persilahkan beliau istirahat dulu. 

Sambil minum kopi yang di sajikan oleh teman saya, beliau nanyak bagaimana kuliah saya, mondok saya. ya saya jawab seadanya saja, karena jujur ya,  saya itu kalau di hadapan guru gak berani banyak ngomong, takut omongan saya ada yang salah hehe. yang membuat saya takut banyak bicara juga, adalah karena teman-teman sering bilang, kalau saya ini kurang jelas kalau bicara, jadi tambah takut hehe.. 

Obrolan kami bersama Ustadz Suharyadi, lebih banyak pada pembahasan keistiqomahan dalam menjaga hafalan Al-Qur'an, Beliau menyampaikan bahwa seorang Hafidz seharusnya memiliki beberapa keistiqomahan dalam murojaah
1. Murojaah dalam Shalat yang bisa khatam 1 bulan
2. Murojaah sendiri setidaknya dalam seminggu khatam
3. Majlis rutin bersama para hafidz seperti Khotmil Qur'an, mudarrosah dan lainnya.

Beliau juga mengutip dawuh mbah  kyai sya'roni bahwa hafalan itu licin sehinggah harus sungguh-sungguh menjaganya. Selain istiqomah murojaah juga hendaknya melengkapi ibadah sunnah seperti Shalat hajat, tahajjud dan Shalat Tasbih serta selalu tawassul pada sanad yang dimiliki agar ada yang mengawal al-qur'an yang di hafal. Selain itu beliau juga menekankan akan penting Sanad dalam menghafal Al-Qur'an sebab dengan sanad ini hafalan akan bersambung langsung pada Rasulullah SAW.

Semoga kita bisa istiqomah dalam hal kebaikan apapun. Amin

RAyap,,,

Monday, October 19, 2015

SAHABAT SEJATIKU


senin, 19 oktober 2015
Beberapa tahun yang lalu tepatnya ketika saya kelas 4 SD. Saya punya teman namanya Yasir. Dia dibesarkan dikeluarga yang sangat sederhana, bisa dibilang keluarganya termasuk keluarga miskin. Untuk kebutuhan sehari-harinya, mereka mengembala kambing punya tetangganya. Uang maupun beras yang mereka dapatkan dari pemilik kambing hanya cukup untuk kebutuhan sehari saja.
Yasir adalah anak ke-3 dari empat bersaudara. Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat orang tuanya, untuk menyekolahkan anak-anaknya. Semua pekerjaan yang bisa dikerjakan asalkan halal mereka kerjakan. Termasuk seperti mencari batu di hutan, mencari ikan di sungai untuk di jual ketetangga deket rumahnya. Uang yang di hasilkan dari penjualan itu mereka cicil buat kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anaknya.
Disekolah yasir terkenal anak yang ceria, ramah dan pintar. Prinsipnya walaupun ekonominya terbatas, dia tidak mau kalah dengan teman-temannya yang kaya. Saya tau persis gimana kalau dia belajar karena dia satu bangku denganku. Kalau waktu istirahat dia jarang keluar kelas, dia membaca buku pelajaran yang sudah diterangkan oleh gurunya tadi. Dia tidak pernah kekantin seperti saya dan  teman-teman yang lain. Dia hanya duduk di kursi dan membaca dan dia selalu masuk 3 besar di kelas.
 Saya mengerti mungkin dia tidak punya uang batinku. sering saya belikan jajan dan saya bawakan ke kelas tapi dia tidak pernah mau menerimanya. Karena saya sudah berkali-kali menawarinya jajan tapi tetap dia tidak mau menerimanya. Saya penasaran kenapa dia tidak pernah mau menerima pemberianku. Kemudian saya memberanikan diri untuk bertanya.

Saya : Sir… (panggilan akrabnya disekolah), kenapa kamu gak pernah mau menerima pemberianku?
Yasir : tidak apa-apa kok, saya lagi gak pingin jajan aja.
Saya : beneran, ? apa lagi gak punya uang ?
Yasir : punya kok, setiap hari ayah saya selalu memberikan uang jajan buatku.
Saya : terus kenapa saya tidak pernah  lihat kamu kekantin, seperti teman-teman yang lain ?
Yasir : ohhh itu, maaf karena uang yang diberikan oleh ayah saya, saya simpan buat beli buku untuk semester depan. Kasian bapak saya pontang panting , banting tulang cari uang buat biaya dan uang jajan saya sekolah.
                Saya langsung terdiam dan sanget malu, karena saya tidak pernah berfikir seperti dia. Mulai hari itu saya sadar perjuangan orang tua saya juga tidak jauh beda seperti orang tua dia. Saya tidak pernah minta uang jajan tapi kalau dikasih saya terima hehe.
                Pada hari sabtu semua wali murid datang kesekolah, acara kelulusan dan kenaikan kelas. Saya juara 1 dan Yasir juara 2. Waktu yang kita tunggu-tunggu juga sudah di depan mata yaitu liburan semester dan liburan bulan puasa, semua teman-teman saling berpelukan karena alhamdullah naik kelas semua. Kita berpisah dan selamat ketemu di kelas 5.
                Beberapa minggu setelah liburan saya dapat kabar yang sangat memilukan, membuat hati saya sangat sedih. Saya menangis karena teman akrab saya Yasir di kabarkan meninggal. Ceritanya dia hilang dua hari dari rumahnya dan di temukan tergantung di pohon beringin, tempat dia sering berteduh kalau mengembala kambing. Dia di makamkan hari jum’at karena baru ditemukan pagi itu. Saya langsung kerumahnya dan melihat langsung proses pemakamannya. yang membuat hati saya sangat sedih sampai sekarang adalah ketika mau di mandikan dia masih pakai kaos olahraganya. nama saya yang dia tulis dulu dikaosnya masih ada. Kata ayahnya dia juga sering cerita tentang saya, kalau pulang dari sekolah. Setelah bapaknya tau kalau itu saya, dia langsung memeluk saya dengan erat sambil menangis, saya juga tambah nangis sekuat-kuatnya.

Buat sahabatku Yasir ,,, semoga Allah selalu bersamamu. Amin ya Robbal ‘alamin

 RAyap,,,